Eksperimen Sains

  1. Eksperimen Sains:Telur Berputar
  2. Eksperimen Sains: Menekuk Sedotan dengan Mata
  3. Eksperimen Sains: Membuat Minyak dengan Air Berteman
  4. Eksperimen Sains: Bermain Alat Musik Air
  5. Eksperimen Sains: Pesan Rahasia Tinta tak Terlihat
  6. Eksperimen Sains: Bola Pingpong Melayang-layang
  7. Eksperimen Sains: Meniup Balon dengan CO2
  8. Eksperimen Sains: Letusan Coke dengan Mentos
  9. Eksperimen Sains: Letusan Gunung Berapi Cuka dan Soda Kue
  10. Eksperimen Sains: Telur Mengapung dalam Air Garam
  11. Eksperimen Sains: Benarkah Kita Makan Logam…!!!
  12. Eksperimen Sains : Energi Dalam Kacang
  13. Eksperimen Sains : Telur Transparan
  14. Eksperimen Sains : Telur Mengkerut
  15. Eksperimen Sains : Pusaran Air Dalam Botol 
  16. Eksperimen Sains : Menbuat Kilat Dari Kertas Minyak 
  17. Eksperimen Sains : Kol Ajaib

Candy Chromatography

Apakah kamu suka permen coklat seperti M&M? Inilah waktunya kamu untuk bermain sambil belajar mengenai warna dengan menggunakan permen coklat warna-warni seperti M&M. Kita akan tahu permen yang mana memiliki warna yang mana dalam eksperimen berikut ini yang dinamakan “Candy Chromatography”. Melalui eksperimen ini, kita akan melarutkan perwarna mengunakan air dan memisahkannya dengan larutan garam.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
permen coklat warna-warni seperti M&M
-penyaring kopi atau kertas saring
-gelas atau guci bening yang tinggi
-air
-garam
-pensil
-gunting
-penggaris
-tusuk gigi
-aluminum foil
-botol kosong 2L dan tutupnya

Langkah-langkah yang harus dilakukan:

1) Gunting kertas saring menjadi kotak 3×3 inci

2) Gunakan pensil untuk menggambarkan garis setengah inci dari salah satu ujung kertas

3) Gambarkan 6 titik dengan jarak yang sama antara satu dengan yang lainnya sepanjang garis. Sisakan seperempat inci antara titik pertama, terakhir dan ujung kertas.

4) Dibawah garis, beri label setiap titik untuk warna permen yang akan kamu gunakan. Sebagai contoh K untuk kuning, H untuk hijau, B untuk biru, dan C untuk coklat.

5) Buatlah larutan warna permen. Potong 10×6 aluminium foil dan letakkan berbaring dengan datar. Tuangkan 6 tetes air dengan jarak yang sama antara satu dengan yang lainnya sepanjang aluminium foil. Teteskan tiap warna dari permen ke dalam tetesan air (satu warna untuk satu tetes air). Biarkan permen tersebut terendam dalam air selama 1-2 menit. Warna pada permen akan perlahan memudar dan terserap ke dalam larutan air. Keluarkan permen dari larutan.

6) Ambil tusukan gigi dan celupkan ke dalam salah satu dari larutan warna permen di aluminium foil. Ujung dari tusuk gigi harus basah. Berikutnya dengan hati-hati sentuhkan tusuk gigi pada kertas saring sesuai dengan warnanya (misal larutan biru pada titik yang telah kamu label B untuk biru pada kertas saring). Lakukan dengan halus karena titik yang diperlukan adalah sekecil 1/16 inci atau kurang. Ulangi proses ini menggunakan tusuk gigi yang berbeda untuk warna lain yang telah kamu berikan label pada kertas saring. 

7) Biarkan titik-tik berwarna pada kertas saring untuk mengering

8) Ulangi langkah 6 dan 7 untuk mendapatkan warna yang lebih dari tiap pewarna pada titik-titik kertas saringmu. Ini harus dilakukan hingga 3 kali, jadi kamu harus sabar.

9) Setelah menyelesaikan langkah 8, lipat kertas saring menjadi setengah sehingga kertas tersebut dapat berdiri sendiri. Bagian kertas yang ada titik-titiknya harus berada di bawah.

10) Berikutnya adalah membuat larutan pengembang. Ambil garam sebanyak ⅛ sendok teh dan 3 cangkir air dan tuangkan pada 2L botol kosong dan bersih. Tutup botol tersebut dan kocok hingga garamnya larut hingga terbentuk larutan. Larutan ini disebut 1% larutan garam.

11) Tuangkan 1/4 inci larutan garam ke dalam gelas yang tinggi. Ketinggian dari larutan haruslah rendah secukupnya sehingga ketika kamu meletakkan kertas saring ke dalamnya, titik-titiknya akan berada diatas ketinggian larutan. Pegang kertas saring dengan posisi titik-titik di bawah dan masukkan ke dalam gelas berisi larutan garam.

12) Larutan garam akan perlahan naik merambat keatas kerang saring dengan proses yang disebut aksi kapiler

13) Larutan naik keatas kertas saring dan bergerak melalui titik-titk berwarna. Titik berwarna tersebut mulai memisah menjadi pita warna yang berbeda. Perhatikan bahwa beberapa warna permen terbuat dari gabungan beberapa pewarna. Warna-warna ini memisah menjadi pita-pita yang berbeda seiring dengan pergerakan keatas kertas saring. Pewarna tersebut memisah akibat dari beberapa pewarna lebih menempel ke kertas saring sedangkan yang lain lebih larut dalam larutan. Sebagai hasilnya, pewarna akan berhenti naik pada ketinggian yang berbeda pada kertas saring.

14) Ketika larutan telah mencapai setengah inci dari ujung atas kertas saring, keluarkan kertas saring dan letakkan untuk mengering.

15) Bandingkan titik-titik dari permen yang berbeda, perhatikan jika ada persamaan dan perbedaan. Catatlah hasilmu.

Permen yang mana yang memiliki campuran perwarna? Permen yang mana yang hanya memiliki satu pewarna? Apakah warna yang serupa dari permen yang berbeda bergerak pada jarak yang sama pada kertas saring?

Candy Chromotography www.weirdsciencekids.com   Candy Chromotography www.weirdsciencekids.com

Apa kata yang terjadi? Apa kata sains?
Kromatogrofi adalah istilah teknik yang digunakan di laboratirum untuk memisahkan campuran. Teknik ini melibatkan campuran yang larut dalam “fasa gerak” dilewatkan melalui fasa diam, yang mana akan memisahkan senyawa dengan senyawa lainnya dalam campuran tersebut sehingga dapat diisolasi.

Vampir ternyata hidup di dalam air laut, percaya tidak?

Siapa yang tidak kenal dengan makhluk yang bernama “vampire”? Di era serba canggih ini, semakin banyak bermunculan film dan buku yang mengisahkan makhluk khayalan yang terkenal sebagai penghisap darah dan berkeliaran di malam hari.

Tetapi tahukan anda bahwa vampir ternyata hidup di laut? Vampir yang dimaksud adalah cumi-cumi yang memiliki tubuh merah gelab, mata biru yang besar, jaringan layaknya jubah yang tersebar di “tangan”nya. Karena bentuknya yang menyerupai vampir inilah yang menyebabkan spesies tersebut mendapatkan nama “Vampyroteuthis infernalis” or “vampire squid from hell.” Misteri terus bermunculan pada spesies unik sejak pertama kali ditemukannya di laut sekitar seabad yang lalu.

Vampire squid picture

Meskipun memiliki rupa dan nama yang aneh, vampir cumi-cumi ini bukanlah makhluk penghisap darah. Spesies ini justru memakan plankton mati, alga, kotoran, kerang dan detritus lainnya. Makhluk ini mengumpulkan makanannya dengan menggunakan dua filamen yang panjang dan ber-rambut sebelum membungkus makananya ke bentuk bola berlendir. Hal ini diketahui melalui rekaman video, otopsi, pemeriksaan melalui mikroskop elektron, dan pengamatan langsung cumi-cumi vampir yang disimpan di laboratorium. Hewan ini memang memiliki organ dan sifat yang berbeda dibandingkan hewan “cephalopods” lainnya yang biasa  menangkap mangsanya hidup-hidup.

Vampire squid picture Vampire squid picture

Jangan takut tenggelam dalam Lumpur Hisap!

Bagi yang pernah menonton film action dengan adegan tenggelam dalam lumpur hisap (quick sand), perasaan mengerikan dapat muncul membayangkan susahnya keluar dari lumpur hisap setelah tercebur ke dalamnya. Terutama ketika digambarkan jika kita banyak bergerak didalam lumpur hisap, otomatis badan kita akan semakin tersedot dan tenggelam lebih dalam. Jangan panik, karena kenyataannya seluruh tubuh kita tidak akan ‘tersedot’ masuk ke dalam lumpur hisap. Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, lumpur hisap tidak memiliki kemampuan untuk membenamkan seluruh tubuh manusia hingga ke dalam. Faktanya adalah, manusia akan mengapung jika tercebur ke dalam lumpur hisap. Wow, mengapa demikian?

Para peneliti di Belanda dan Perancis mempelajari lumpur hisap merupakan gabungan dari pasir halus, tanah liat, dan air garam. Ketika dalam keadaan “diam” atau “istirahat”, lumpur hisap akan mengental seiring dengan berjalan waktunya namun tetap sensitif terhadap variasi kecil dalam tegangan. Dalam keadaan tegangan tinggi, lumpur hisap dapat mencair secara cepat dimana semakin tinggi tegangan tersebut maka lumpur hisap akan semakin cair. Hal inilah yang menyebabkan badan yang terjebak didalamnya tenggelam ketika badan tersebut bergerak.

Akan tetapi, perlu diingat, seseorang yang terjebak dalam lumpur hisap tidak akan tertarik hingga ke paling dalam. Alasannya adalah manusia tidak cukup padat (densitas rendah). Lumpur hisap memiliki densitas sekitar 2 gram per mililiter, sedangkan manusia hanya sekitar 1 gram per mililiter. Pada level densitas demikian, tenggelam dalam lumpur hisap adalah hal yang mustahil terjadi. Badan yang terjebak hanya akan “tenggelam” hingga pinggang dan tidak lebih dari itu.

Bahkan benda dengan densitas yang lebih besar dari lumpur hisap juga akan mengapung, kecuali hingga benda tersebut bergerak. Sebagai contoh, alumunium yang memiliki densitas sekitar 2.7 gram per mililiter akan mengapung diatas lumpur hisap hingga gerakannya menyebabkan lumpur untuk mencair.

Fenomena ini digambarkan oleh peneliti dengan menempatkan manik yang terbuat dari aluminium di atas wadah yang berisi lumpur hisap. Dalam keadaan “tenang” manik tersebut tetap berada di permukaan meskipun memiliki densitas yang lebih tinggi. Ketika wadah tersebut digoyang dengan keras, manik tersebut turun ke bawah.

Nah pertanyaan pun muncul, jika viskositas lumpur hisap berkurang ketika ada gerakan di dalamnya, mengapa sangat sulit untuk keluar dari jebakan lumpur hisap? Jawabannya adalah setelah pencairan awal, viskositas lumpur hisap (ketebalan atau hambatan aliran) meningkat. Peningkatan ini disebabkan karena adanya pembentukan sedimen pasir yang memiliki viskositas sangat tingi. Kesulitan untuk menggerakan pasir yang padat inilah penyebabnya.

Jadi apa yang harus dilakukan jika kita tercebur dalam lumpur hisap? Menurut Daniel Bonn, seorang professor jurusan fisika di Van der Waals-Zeeman Institute, University of Amsterdam, caranya adalah dengan mengerakkan dan meliuk-liukkan kaki kita. Ini dapat memberikan ruang antara kaki kita dengan lumpur hisap sehingga air dapat mengalir ke bawah dan melonggarkan (melebarkan) lumpur tersebut. Gerakan kaki ini dapat dilakukan dengan pelan dan bertahap.

Badai Salju dalam Kaleng

Negara kita memang negara yang tropis sehingga kita tidak dapat menyaksikan dan merasakan salju. Akan tetapi jangan khawatir, karena melalui eksperimen ini kita dapat membuat salju dalam sebuah kaleng. Menyenangkan bukan? Mari ikuti langkah-langkah berikut ini.

Apa yang kamu butuhkan:

– Dua kaleng: satu yang sangat besar (bisa digantikan dengan ember) dan satu kecil
– Es
– Garam
– Handuk
– Nafasmu
– Es kering
– Senter

         Snowstorm in a Can

Apa yang harus kamu lakukan:

1) Letakkan es yang dicampur dengan garam dalam kaleng besar (atau ember).
2) Sesuaikan posisi kaleng kecil pada es sehingga bagian atas kaleng kecil memiliki posisi yang sama dengan bagian atas kaleng besar (atau ember).
3) Tambahkan es dan garam pada ruang-ruang yang tersisa dalam kedua kaleng tersebut.
4) Kaleng yang besar (atau ember) akan menjadi sangat dingin. Selimuti handuk disekeliling kaleng besar (atau ember) untuk melindungi tanganmu atau gunakan sarung tangan.
5) Dengan sedikit cepat udara di dalam kaleng kecil akan menjadi sangat dingin
6) Ketika ini terjadi, hembuskan nafasmu ke dalam kaleng kecil. Udara dingin dalam kaleng kecil akan mengkondensasi uap air dari nafasmu membentuk awan.

Apa yang terjadi? Apa kata sains?

Salju akan terbentuk dalam awan ketika kondisi sangat dingin. Seorang ilmuwan bernama Dr. Vincent Schaefer menemukan bahwa jika sedikit saja es kering dimasukkan ke dalam awan yang normalnya terlalu hangat untuk membentuk salju, maka uap air akan membeku menjadi kristal-kristal kecil. Kristal tersebut akan tumbuh dan pada akhirnya membentuk kepingan salju.

Kamu dapat membuat ini terjadi dalam kaleng dinginmu dengan mengamplas sedikit demi sedikit es kering dengan pengikir kuku dan masukkan amplasnya kedalam awan yang telah kamu buat. Ingat untuk menggunakan sarung tangan ketika memegang es kering. Kikis sedikit lagi es kering ke dalam awan dan selanjutkan nyalakan senter kedalamnya. Kamu akan melihat kilau-kilauan kristal es. Kemudian hembuskan nafas kedalam awan untuk menambahkan kelembapan dan biarkan selama dua menit. Setelah itu hembuskan kembali nafasmu kedalam awan. Ulangi lagi hingga pada akhirnya kelembapan meningkat secukupnya untuk memungkinkan kristal tumbuh menjadi berat agar jatuh dari awan sebagai kepingan-kepingan salju. Keren, bukan?

Membuat Gelembung dari Es Kering (Dry ice bubbles)

Membuat gelembung tentunya merupakan permainan yang menyenangkan untuk anak-anak terutama jika gelembung tersebut dapat menjadi lebih besar dan besar..
Eksperimen ini membutuhkan pengawasan orang dewasa untuk menangani es kering yang akan digunakan karena es kering dapat menyebabkan kerusakan kulit. Oleh sebab itu, sarung tangan harus digunakan ketika memegang es kering dan hindari menghirup langsung uapnya.

Apa yang kamu butuhkan

  • air
  • Sebuah mangkok besar dengan ‘bibir’ di bagian atasnya (mangkok atau cangkir yang lebih kecil juga dapat digunakan)
  • Selembar kain
  • Campuran sabun untuk membuat gelembung (ini dapat diperoleh dengan mencampurkan air dan cairan sabun pencuci piring)
  • Es kering (satu kotak jika menggunakan cangkir, tetapi lebih jika menggunakan mangkok).

   Es Kering (Dry ice)

 Instruksi:

  1. Letakkan es kering dalam mangkok dan tambahkan air yang akan menampakkan hasil seperti gambar dibawah ini.
    Experiment with dry ice
  2. Celupkan kain dalam campuran sabun dan basahi bagian bibir mangkok dengan kain tersebut sebelum diseret ke bagian atas tengah mangkok untuk membentuk lapisan gelembung diatas es kering
  3. Mundurlah sedikit menjauh dan perhatikan gelembung-gelembungnya membesar!

 Big dry ice bubble close to bursting

Apa yang terjadi (apa kata sains)?

Es kering adalah karbon dioksida (CO2) dalam bentuk padat. Pada temperatur diatas -56.4 °C (-69.5 °F), es kering akan berubah bentuk dari padatan langsung menjadi gas tanpa melalui bentuk cairan. Proses ini disebut dengan sublimasi. Ketika es kering dimasukkan ke dalam air, tahap ini akan mempercepat proses sublimasi tersebut dan membentuk awan kabut yang dapat mengisi es kering hingga tekanan menjadi terlalu besar. Akibatnya gelembung pecah dan menumpahkan kabut keluar pinggiran mangkok. Es kering sering digunakan dalam pertunjukan teatrikal atau konser musik yang membutuhkan efek kabut. Kegunaan lainnya adalah untuk mengawetkan makanan, membekukan sampel-sampel laboratorium dan bahkan untuk membuat es krim.

Gelembung Telur

Egg Bubbles - Fun Science Experiments for KidsEksperimen sains yang satu ini menarik untuk anak-anak karena mempelajari karaterisitk unik dari telur. Melalui eksperimen ini, kita dapat membuktikan adanya kantung kecil udara yang berada didalam telur sekaligus ribuan lubang-lubang pada kulit telur yang disebut sebagai pori-pori, sambil mempelajari apa yang akan terjadi pada telur jika dipanaskan.

 

Apa yang kamu butuhkan:

  • Sebuah gelas atau botol bening
  • Air panas (ingat harus ada pengawasan orang dewasa ketika menggunakan air panas)
  • Sebuah telur
  • Sebuah kaca pembesar (lup)

Apa yang kamu lakukan:

  1. Letakkan secara perlahan telur ke dalam gelas atau botol.
  2. Tuangkan air panas dengan hati-hati ke dalam gelas atau botol hingga hampir penuh.
  3. Letakkan gelas atau botol di meja atau permukaan datar dan perhatikan secara dekat telurnya selama beberapa menit (gelas atau botol akan terasa sangat panas jadi harus hati-hati).
  4. Gunakan kaca pembesar (lup) untuk memperhatikan dengan dekat apa yang terjadi pada telur.

 

Apa yang terjadi (apa kata sains)?

Ketika telur dikelilingi dengan air panas, kamu dapat melihat gelembung-gelembung kecil yang terbentuk pada kulit telur, yang kemudian akan naik ke permukaan air.

Sebuah telur memiliki kantung kecil berisi air pada ujung besar antara kulit dan bagian putih telur. Ketika udara terjebak didalam ini, kantung kecil tersebut akan mulai mengembang dan berusaha mencari jalan keluar dari kulit telur. akan tetap bagaimanakah cara kantung kecil ini kabur?

Peristiwa ini terlalu kecil untuk dilihat pada kondisi normal akan tetapi dengan bantuan kaca pembesar (lup) kamu dapat melihat bahwa kulit telur memiliki ribuan lubang-lubang kecil yang disebut pori-pori (sama seperti kulit manusia yang memiliki pori-pori juga.

Pori-pori tersebut memungkinkan udara menembus keluar kulit membuat telur terlihat tampak seperti bernapas ketika udara mengembang dan terdorong keluar kulit. 

Membuat Lumpur Hisap (Quicksand)

Apakah kalian tahu mengenai lumpur hisap? Kalau kamu penggemar film-film petualangan, kamu akan tahu tentang lumpur hisap. Lumpur hisap (bahasa inggrisnya: quicksand) adalah lumpur yang dimana jika kamu melangkah ke dalamnya akan menyebabkan dirimu tertarik ke dalam (tenggelam) hingga pinggang. Nah, bisa dibayang bagaimana kerennya kalau kita bisa membuat lumpur hisap itu sendiri. Ayo disimak langkah-langkah dibawah ini.

Apa yang akan kamu butuhkan:

  • 1 cangkir tepung maizena (tepung jagung)
  • 1/2 cangkir air
  • Wadah plastik besar
  • Sendok

 Apa yang harus kamu lakukan:

  1. Campurkan semua air dan tepung maizena dalam wadah plastik besar untuk membuat lumpur hisap instanmu.
  2. Ketika akan menunjukkan orang lain bagaimana prinsip kerja dari lumpur hisap, aduk perlahan dan tuang sambil titiskan sedikit demi sedikit untuk menunjukkan bentuknya yang cair.
  3. Pengadukan yang cepat akan membuatnya keras sehingga kamu dapat menyodok atau memukul lumpur hisap tersebut (ingat diaduk cepat bukan diaduk dengan keras).
  4. Jangan lupa untuk melakukan eksperimen ini diluar ruangan karena akan mengotori ruangan jika dilakukan didalam.
  5. Selalu aduk lumpur hisap instanmu sebelum digunakan. Mudah bukan?

 

Apa yang terjadi (apa kata sains)?

Jika kamu menambah volume air yang tepat ke dalam tepung maizena, lumpur hisap yang terbentuk akan menjadi lebih tebal ketika diaduk dengan cepat. Hal ini terjadi karena biji-bijian yang terdapat dalam tepung maizena tercampur dan tidak dapat saling meluncur akibat kurangnya air diantara mereka. Pengadukan secara perlahan dapat memberikan ruang lebih banyak untuk masuknya air sehingga biji-biji dalam tepung maizena tersebut dapat meluncur kebawah ketika dituang.

Jika menyodok-nyodok dengan cepat akan memberikan hasil yang sama terhadap lumpur hisap tersebut, yaitu membuatnya menjadi lebih keras. Jika disodok dengan pelan, lumpur hisap tidak bercampur dengan cara yang sama membuatnya lebih basah (runny). Prinsip kerja ini sama dengan yang lumpur hisap yang asli!