Liputan Cendekia: Launching Sanggar Sains Cendekia Penuh Tawa

Seminggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Mei 2011, Cendekia memperlebar sayapnya dengan me-launching Sanggar Sains di Sawojajar. Sanggar Sains ini bertempat di rumah bapak Rahmat Basuki di jalan Danau Kerinci VII E1B 8 dan dalam pelaksanaannya akan dibuka dari hari Senin hingga hari Sabtu mulai pukul 15.00-17.00. Acara ini dihadiri oleh 13 adik-adik dan orang tuanya. Diharapkan dengan membuka Sanggar Sains Cendekia ini, adik-adik yang berada di daerah Sawojajar dapat turut serta merasakan dan mengikuti asyiknya bermain sambil belajar dengan sains.

Acara launching dimulai dengan sambutan pembukaan yang diberikan oleh Bapak Rahmat Basuki yang berharap bahwa Sanggar Sains dapat berjalan dengan lancar dan dapat membawakan manfaat bagi adik-adik di daerah Sawojajar. Sambutan berikutnya dibawakan oleh General Manager Cendekia Ibu Ninik Ulfah yang menjelaskan tujuan didirikannya Sanggar Sains dan kegiatan-kegiatan yang mengisinya. “Sanggar sains yang merupakan bagian dari Cendekia adalah suatu media pembelajaran sains dengan membentuk karakter positif. Kegiatan yang akan mengisi sanggar sains ini layaknya yang ada di Cendekia yaitu klub sains, hiburan sains, ulang tahun sains dan pembinaan olimpiade,” kata bu Ninik. Selanjutnya beliau melakukan dua pertunjukan sulap-sains untuk memberikan contoh permainan apa saja yang ada di Cendekia dengan dibantu oleh kak Madjid.

Pertunjukkan pertama adalah Colour Changing, dimana pada permainan ini 4 adik-adik yang dipilih memegang masing-masing satu gelas yang berisi cairan yang berbeda warna. Gelas yang pertama dituangkan pada gelas berikutnya dan akan terjadi perubahan warna yang tidak terduga. Tampak pada penonton di raut wajah mereka ekspresi takjub dan bertanya mengapa hal tersebut dapat terjadi.

Pertunjukkan kedua adalah Botol Pemakan, dimana pada permainan ini terdapat suatu botol plastik kecil yang diisi dengan larutan aseton. Selanjutnya suatu stereoform panjang dimasukkin ke dalam botol dan tampak perlahan-lahan stereoform panjang tersebut akan habis layaknya dimakan oleh botol plastik kecil. Lagi-lagi, para penonton merasa takjub dan ingin mencobanya sendiri sehingga bu Ninik bergegas memberikan stereoform panjang ke beberapa adik-adik dan membiarkan mereka melakukannya sendiri. Layaknya suatu magic, stereoform itu ludes dimakan oleh botol plastik kecil.

Tak sampai disitu saja, bu Ninik kemudian mengajak adik-adik untuk membuat mainan Kipas Tarik dari alat-alat sederhana dan daur ulang. Masing-masing anak diberikan alat-alat tersebut dan kemudian meniru cara membuatnya sendiri dari peragaan yang dilakukan oleh kak Madjid. Tampak ekspresi serius pada wajah adik-adik ketika membuat mainan tersebut dan betapa bahagianya mereka ketika  mereka berhasil menciptakan mainan Kipas Tarik sendiri. “Dengan membuat mainan mereka sendiri seperti ini akan memicu ketangkasan, keuletan, dan kreatifitas yang ada dalam anak,” jelas bu Ninik. Mereka pun pada akhirnya dengan penuh canda tawa dan hati riang bermain dengan mainan Kipas Tarik dan mainan sains lainnya yang disediakan oleh Cendekia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: