Jangan takut tenggelam dalam Lumpur Hisap!

Bagi yang pernah menonton film action dengan adegan tenggelam dalam lumpur hisap (quick sand), perasaan mengerikan dapat muncul membayangkan susahnya keluar dari lumpur hisap setelah tercebur ke dalamnya. Terutama ketika digambarkan jika kita banyak bergerak didalam lumpur hisap, otomatis badan kita akan semakin tersedot dan tenggelam lebih dalam. Jangan panik, karena kenyataannya seluruh tubuh kita tidak akan ‘tersedot’ masuk ke dalam lumpur hisap. Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, lumpur hisap tidak memiliki kemampuan untuk membenamkan seluruh tubuh manusia hingga ke dalam. Faktanya adalah, manusia akan mengapung jika tercebur ke dalam lumpur hisap. Wow, mengapa demikian?

Para peneliti di Belanda dan Perancis mempelajari lumpur hisap merupakan gabungan dari pasir halus, tanah liat, dan air garam. Ketika dalam keadaan “diam” atau “istirahat”, lumpur hisap akan mengental seiring dengan berjalan waktunya namun tetap sensitif terhadap variasi kecil dalam tegangan. Dalam keadaan tegangan tinggi, lumpur hisap dapat mencair secara cepat dimana semakin tinggi tegangan tersebut maka lumpur hisap akan semakin cair. Hal inilah yang menyebabkan badan yang terjebak didalamnya tenggelam ketika badan tersebut bergerak.

Akan tetapi, perlu diingat, seseorang yang terjebak dalam lumpur hisap tidak akan tertarik hingga ke paling dalam. Alasannya adalah manusia tidak cukup padat (densitas rendah). Lumpur hisap memiliki densitas sekitar 2 gram per mililiter, sedangkan manusia hanya sekitar 1 gram per mililiter. Pada level densitas demikian, tenggelam dalam lumpur hisap adalah hal yang mustahil terjadi. Badan yang terjebak hanya akan “tenggelam” hingga pinggang dan tidak lebih dari itu.

Bahkan benda dengan densitas yang lebih besar dari lumpur hisap juga akan mengapung, kecuali hingga benda tersebut bergerak. Sebagai contoh, alumunium yang memiliki densitas sekitar 2.7 gram per mililiter akan mengapung diatas lumpur hisap hingga gerakannya menyebabkan lumpur untuk mencair.

Fenomena ini digambarkan oleh peneliti dengan menempatkan manik yang terbuat dari aluminium di atas wadah yang berisi lumpur hisap. Dalam keadaan “tenang” manik tersebut tetap berada di permukaan meskipun memiliki densitas yang lebih tinggi. Ketika wadah tersebut digoyang dengan keras, manik tersebut turun ke bawah.

Nah pertanyaan pun muncul, jika viskositas lumpur hisap berkurang ketika ada gerakan di dalamnya, mengapa sangat sulit untuk keluar dari jebakan lumpur hisap? Jawabannya adalah setelah pencairan awal, viskositas lumpur hisap (ketebalan atau hambatan aliran) meningkat. Peningkatan ini disebabkan karena adanya pembentukan sedimen pasir yang memiliki viskositas sangat tingi. Kesulitan untuk menggerakan pasir yang padat inilah penyebabnya.

Jadi apa yang harus dilakukan jika kita tercebur dalam lumpur hisap? Menurut Daniel Bonn, seorang professor jurusan fisika di Van der Waals-Zeeman Institute, University of Amsterdam, caranya adalah dengan mengerakkan dan meliuk-liukkan kaki kita. Ini dapat memberikan ruang antara kaki kita dengan lumpur hisap sehingga air dapat mengalir ke bawah dan melonggarkan (melebarkan) lumpur tersebut. Gerakan kaki ini dapat dilakukan dengan pelan dan bertahap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: