Oleh-Oleh Pak Sas dari Jepang: Disiplin dan Sains

Pada tanggal 21 Mei 2011 lalu, tim reportase Cendekia bertemu dengan Pak Sasmito Djati di Cendekia untuk menggali info tentang perjalanan pak Sas selama di Jepang. Pada bulan Maret lalu, pak Sas menerima undangan kerjasama antara Universitas Brawijaya (tempat pak Sas bekerja sebagai dosen biologi) dengan Universitas Ritsumeikan, salah satu universitas swasta elit dan ternama di Jepang yang menempati posisi antara 10-14. Sehingga terbanglah pak Sas ke pulau Kyutsu, Jepang. Undangan tersebut beragendakan pembahasan mengenai kerjasama kedua universitas melalui program beasiswa yang akan diberikan kepada mahasiswa brawijaya yang unggul dan berprestasi untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di Jepang.

Selama berada di Jepang, berbagai macam kultur dan budaya yang dialami dan dipelajari pak Sas di Jepang. Salah satu yang menarik adalah bagaimana terdapat 4 pemahaman yang ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil (dini). Anak-anak Jepang dididik untuk takut kepada 4 hal yaitu gempa bumi, api, petir dan bapak. Dalam hal ini takut bukan berarti harus dihindari tetapi harus diwaspadai. Seperti yang telah kita ketahui, Jepang adalah negara yang sangat rawan dengan terjadinya gempa bumi. Hampir setiap hari penduduk di negeri bunga sakura ini merasakan gempa bumi. Oleh karena itulah, anak-anak diajarkan sejak dini untuk mengetahui tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi dan apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi sehingga tidak akan panik. Baca lebih lanjut

Iklan

Salam Pak Sas: Cendekia, Suatu Jalan Keluar

Cendekia, suatu lembaga pembelajaran sains yang mengembangkan karakter positif pada anak didiknya, didirikan oleh bapak Muhammad Sasmito Djati atas keprihatinannya pada kondisi generasi muda Indonesia sekarang yang dididik terlalu menghafal dan kurang sistematis sehingga dibutuhkan suatu jalan keluar. Jalan keluar ini adalah dengan mengubah sistem pendidikan Indonesia melalui metode pembelajaran agar berpikirnya tidak pragmatis kini diterapkan di Cendekia.

Menurut Pak Sasmito, orientasi sekolah di Indonesia sekarang adalah mengejar nilai yang tinggi agar dapat lulus (nilai UN), sehingga yang diutamakan adalah kelulusannya dari sekolah bukan pemahaman terhadap suatu ilmu pengetahuan terutama pada sains. Padahal sesungguhnya sains mengajarkan suatu pemahaman dari fenomena alam yang ujungnya mengarah pada kebenaran yang hakiki yaitu kebenaran yang berasal dari Tuhan.

Metode pembelajaran yang diterapkan di Cendekia ditujukan untuk mengembangkan iklim belajar yang menyenangkan, Baca lebih lanjut